Keberhasilan Muhammadiyah diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dapat bertahan lebih dari 1 abad
  2. dan, tak ada konflik
  3. Ajarannya pembaharuan (purifikasi)
  4. Ide pembaharuan terwujud nyata dan membumi
  5. Konsisten (apalagi dalam politik)
  6. Sistem organisasi berjalan, Muhammadiyah adalah gerakan amar makruf nahi mungkar
  7. Memiliki amal usaha terbesar di dunia (asset tunggal) dikuasai Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bukan keluarga
  8. Pimpinan organisasinya relatif ikhlas dan bersih

_

Membangun: merekonstruksi kembali untuk penguatan gerakan Muhammadiyah, melalui pemantapan peningkatan dan pengembangan

Survey MPK (Majelis Pendidikan Kader) di Bantul mengemukakan fenomena unik yang terjadi:

1. Pengetahuan agama tinggi, akan tetapi pengamalan agamanya rendah

Pintar tetapi tidak alim, sebagai aktivis lebih baik mengamalkan agama, seperti amalkan sholat berjamaah di masjid tepat waktu untuk laki-laki, puasa Senin-Kamis, bersedekah.

 

2. Sekedar menggugurkan wajib, kurang mengamalkan sunnah.

Banyak sekarang yang sholat itu hanya dipakai untuk menggugurkan kewajiban, tanpa paham akan makna yang terkandung di dalamnya. Punya banyak harta namun masih belum mau untuk bersedekah.

Problem idiologis:
1. Tidak kurang dipahaminya misi dan visi gerakan
2. Lemahnya identitas kelompok

Problem organisasinya:
1. Lemah strategi gerakan perjuangan
2. Iso mlaku neng ora iso baris (bisa jalan bersama tetapi tidak bisa berbaris --berkoordinasi), 7 ortom berjalan sendiri-sendiri.

Coba bayangkan, jika dalam suatu acara didukung dan diramaikan oleh semua ortom itu, waw... pasti luar biasa itu semangatnya. Misal pengajian Kramat Bantul ini.

 

Problem kepemimpinan:
1. Lemahnya fanatisme
2. Lemahnya komitmen, visi dan pengabdian anggota / pimpinan neng Muhammadiyah entuk opo(dapat apa), Wani piro(berani -bayar- berapa)

Sekarang ada juga yang merasa jika aktif di organisasi gak mendapat apa-apa. Pemahaman ini perlu diluruskan dan dibenarkan.

 

Problematika gerakan Muhammadiyah

1. Membanggakan masa lalu. Masih saja ada sikap berbangga berlebihan akan kebesaran Muhammadiyah (di masa lalu).

2. Tidak belum mau melakukan perubahan
Masih banyak para pejuang di Muhammadiyah baik kepala sekolah, pimpinan AUM yang sudah berusia lanjut, belum ada regenerasi.

3. Dikelola dengan setengah hati.

 

Problem guru dan karyawan:
*komitmen masih rendah
*mengeluhkan honorarium yang kecil
*keiklasannya diragukan.

 

Problem AMM di Bantul:

  • Takut IP-nya rendah, kuliah gak selesai-selesai
  • Takut nikahnya telat
  • Takut tidak dapat pekerjaan
  • Menggerakkan Muhammadiyah

 

Faktor pelemah militansi dan komitmen:

1. Egoisme
2. Konflik internal
3. Menguatnya budaya inderawi, berorientasi pada materi/uang, kesenangan duniawi, pragmatisme, oportunisme.

 

 

Entok e opo nek (dapatnya apa kalau), saya ceramah? Tabu dalam keluarga jika masih membicarakan hal ini dalam keluarga. Ingat perjuangan, ingat tujuan Muhammadiyah ketika kali pertama didirikan?

Qs. Annisa: 34

Nek turah simpen nek kurang omongen (kalau lebih disimpan, kalau kurang bilang), itulah jika Beliau mengatur keuangan untuk istrinya dalam berkeluarga. Jadi, di gerakan Muhammadiyah jangan apa-apa dinilai dengan uang

4. Melemahnya ruh keikhlasan, penghidmatan, dan jihad fisabilillah.

 

Strateginya Meneguhkan Militansi di Kalangan AMM Bantul

 

Ditambah dengan menggerakkan lagi,

Maka sholat berjamaah yuk ke masjid 🙂 terutama untuk kaum laki-laki. Boleh, untuk perempuan dan tidak dilarang (berjamaah di masjid), namun lebih baik di rumah.

Perjalanan ke masjid

Perjalanan yang paling berat adalah perjalanan ke masjid, karena para konglomerat, para hartawan tak banyak yang melakukannya.

Bila sejak kecil engkau sudah terbiasa ke masjid, maka kelak engkau akan terbiasa mendatanginya.

Tak ada yang kami banggakan selain perjalanan ke masjid sholat berjamaah.

Perjalanan mencintai Rabb-mu, perjalanan itu adalah perjalanan ke masjid.

 

Pertanyaan:

Bagaimana agar aktivis bisa mencintai dunia membaca buku, atau literasi?

 

 

Jawaban:

Pada awalnya adalah memaksa diri sendiri untuk bisa membaca, target sehari bisa membaca buku berapa? Mau tidur membaca buku, bisa buku agama, Al-Qur’an, setelah sholat subuh membaca, terus-menerus melakukan seperti itu.

Gurunda Dr. Haedar Nashir pun melakukannya, yakni gemar membaca dan juga gemar menulis.

So, ayo kita jaga dengan sholat berjamaah di masjid dan memaksa diri untuk membaca buku setiap hari. Mencintai membaca buku agama lebih-lebih AlQur’an. Membaca, 20 menit, dipaksa dahulu agar bisa membaca.

Wallahua’lam..

 

dicatat oleh: Dwi Pracaya,

dari Kajian Rabu Malam AMM Bantul (Kramat)

19 September 2018, oleh Drs. H. Purwono, M.A.

di Aula PDM Bantul DIY

 

sumber: dwipracaya.wordpress.com